Alasan Masuk Labschool

 Assalamualaikum Wr. Wb.

Halo nama saya Rakha Pandya Wijayanto, Umur 12 Tahun. Hobi saya adalah Bermain Musik, Mendengarkan Musik, Menggambar, Mendesain, dan hal hal lain yang membutuhkan kreatifitas agar dapat bekerja dengan baik bagi saya. Hari ini saya ingin menyampaikan alasan mengapa saya memilih masuk SMP Labschool Rawamangun

Pada awalnya, saya sedikit khawatir akan masuk SMP Labschool atau tidak, karena banyak sekali orang yang ingin mendaftar pada sekolah ini, selain itu tidak ada kerabat atau saudara yang pernah ada di Labschool, jadi saya harus siap untuk menghadapi suasana yang sangat berbeda tanpa pengalaman sedikitpun. Tetapi Alhamdulillah atas izin Allah saya pun diterima di sekolah ini melalui jalur tes. Sebelum saya diterima, sebenarnya saya sudah diterima oleh 2 sekolah lainya, yaitu SMP Pesantren FIWA dan SMP Tugasku.

Saat mendapat pilihan untuk bersekolah di SMP berikut, saya sedikit bimbang. Salah satu guru SD saya yang berkesan mengatakan bahwa SMP Labschool, Tugasku, dan FIWA memang bagus, hanya pilihan saya saja ingin memasuki SMP yang mana. Tidak usah mengikuti teman atau komentar orang lain. Orangtua saya juga tidak memaksakan saya ingin belajar di sekolah mana, yang penting adalah saya harus tetap bekerja keras untuk hasil terbaik. Akhirnya saya memilih untuk masuk Labschool karena saya merasa bahwa Labschool ini akademiknya bagus dan banyak sekali alumni SMP Labschool yang sukses. Saya siap untuk mengikuti kegiatan belajar yang tersedia di Labschool dan saya akan mengikutinya dengan sungguh-sungguh, Insyaallah.

Labschool memiliki banyak sekali ajang Olimpiade Pendidikan yang bervariasi, serta banyak juga siswa/siswi yang meraih prestasi dari Olimpiade tersebut. Labschool juga memiliki Homestay ke berbagai negara seperti Jepang dan Australia. Semoga pandemi ini segera selesai agar kegiatan Homestay dapat dilakukan kembali dengan lancar.

Pada saat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), saya mengenal kegiatan organisasi yang ada di Labschool, seperti OSIS (Organiasi Siswa Intra Sekolah), MPK (Majelis Perwakilan Kelas), dan ROHIS (Rohani Islam). Kedepanya, saya ingin mengikuti kegiatan OSIS, tidak apa apa jika saya bukan yang memimpin tetapi saya ingin mendapatkan pengalaman berorganisasi sejak dini. Ada juga budaya Labschool yang menarik seperti 10 Labschool Character, Magic words, dan Sambutan-sambutan kepada komando guru seperti "Anak-anak yang saya sayangi dan banggakan".

Hal yang paling berperan penting terhadap keinginan saya bersekolah di SMP Labschool adalah Cita-cita, karena saya memiliki cita-cita untuk berkuliah di Luar Negri tepatnya di Negara Jerman (Jerman, atau Deutschland), di TUM (Technische Universität München). Untuk mempersiapkan diri saya berpikir bahwa saya membutuhkan persiapan akademik yang cukup, yang Insyaallah kedepannya dapat saya dapatkan di Labschool. Selain itu, saya ingin belajar Bahasa Jerman juga, tetapi pada tempat kursusnya saya diharuskan untuk berumur 13 tahun keatas. Saya yakin bahwa ada siswa/siswi Labschool Lainya yang memiliki cita cita untuk bersekolah keluar negri, mungkin bukan Jerman tetapi seperti Jepang, Australia, Amerika, Inggris, dan lainya. Saya berharap bahwa semua siswa/siswi Labschool dapat berkreasi dan menciptakan inovasi yang bisa bermanfaat bagi tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain.

Akhir kata, terima kasih sudah mendengarkan kisah tentang alasan saya memilih  SMP Labschool Rawamangun dan hal-hal yang mendorong saya untuk bersekolah disini, salah satunya adalah cita cita. Semoga Bapak Ibu Guru dan teman-teman Labschool semua sukses dan dapat mencapai cita-cita masing masing. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Comments